Misi Balas Dendam 1

Bagian Pertama

Berkali-kali mocel dan berujung boncos tak mematahkan semangatku untuk terus memburu si predator. Hingga pada satu ketika motor yang aku tunggangi sampai ke daerah Punggur. Dulu aku kenal Punggur karena buah langsatnya... Sekarang aku jadi makin mengenal Punggur beserta parit-paritnya karena hobbyku berburu Gabus.

Selepas Pasar punggur aku berhenti sejenak untuk menghilangkan haus, sambil minum mataku mengerling ke arah parit lebar di tepi jalan. Setelah hausku hilang, semangat kembali bangkit, aku mulai melempar kodok kuning kesayanganku. Dua kali lempar langsung disambar gabus yang lumayan gede. Sayang, selalu saja sama... mocel. Kuulangi beberapa kali... si gabus udah kapok kayaknya.


Kemudian aku beranjak dari situ menuju ke parit selanjutnya. Numpang permisi sama seseorang (Bang Iskandar) yang lagi asik duduk di jembatan. bebeberapa kali lemparan, selalu saja mocel. Ketika akan pulang, aku disambangi sama bapak-bapak yg tadi duduk di jembatan, kenalan dan beliau mencoba pancingku beberapa kali. Rupanya beliau juga seorang pemancing gabus, tegeg mania aseli. Setelah kenalan dan bertukar no hp, aku pulang dengan tangan hampa.

Kapten Coklat yg amisss
Besoknya, isirahat siang, kumanfaatkan untuk kongkow-kongkog di toko pancing langgananku. Disamping berencana mau nyari kodok baru, aku juga ingin belajar sama senior-senior casting yg sering ngumpul di sana. Kebetulan toko pancing lagi rame pengunjung, jadi kami ngacir ke wakop di sebelahnya. Dari hasil diskusi dan tanya jawab, aku memutuskan untuk beli kodok lagi yang bodinya agak lembut. terus beli double hook untuk mengganti hook di kodokku yang kemaren mocel terus.

Sepulang kerja, aku segera mengganti hook kodok yang udah tumpul, karena belum berpengalaman, main bengkok aja sehingga hook baru tersebut posisinya tidak sesempurna hook bawaan, tak apalah fikirku. Sementara kodok baru aku perbaiki bagian ekornya dan memperkuat pemberatnya dengan lem gila. 

Hook Up Sempurna
Jumat, seusai jumatan. Aku ngacir ke arah Punggur. Di ujung pasar, aku belok kanan. Aku sampai pada sebuah parit. Setelah piranti kupersiapkan, lemparan pertama langsung hookup sempurna... senang bukan main, karena kutukan boncos berakhir. Selanjutnya aku mendapat bebrapa strike lagi  meski tidak sebesar yang pertama. ketika akan keluar dari spot, aku melihat ada lagi sebuah parit yang sepertinya tidak terjamah oleh para tegeg mania maupun castinger. Aku masuk dan melempar umpan. Pada lemparan pertama aku melihat riak air bergelombang menyusul kodokku yang terbag ke ujung parit. Kudiamkan sebentar, lantas mulai retrive. Walahhhh... ternyata seekor biawak besar menghadang jalan kodokku, aku panik lantas mempercepat putaran rell... Apa daya, si biawak ternyata lebih sigap dariku. Sekali terkam kodok lenyap dalam moncongnya. Reflek ku getak. dan fight terjadi. Dari jembatan, ada beberapa penduduk setempat yang menyaksikan pertarunganku dengan si biawak. Aku berteriak minta tolong. Salah seorang warga yang selanjutnya kukenal sebagai bang dede akhirnya yang kuserahi pancing dan fight dengan biawak. Aku ngacir ke jembatan... selang beberapa saat kemudian biawak akhirnya menyerah dikeroyok oleh bang dede dan rekan rekannya...

Hari itu aku menyudahi trip lebih awal dari biasanya, jam 4 sore aku udah ada dirumah. Aku ditelpon sama bang dede yg baru ku kenal tadi bahwasanya si biawak udah dijual dan uangnya untuk beli rokok teman-temannya. Aku ngga bisa berkomentar apa-apa. soalnya selama mengenal teknik casting... aku belom pernah fight degan ikan besar di atas 1 kg... ini... Biawak pula wak...

Selang beberapa hari kemudian, sesuai janji dengan Bang Iskandar, Aku kembali memacu motorku menuju ke Punggur, ternyata Bang Iskandar tak tak bisa ikutan trip ke spot yang udah kami jadwalkan karena ada urusan keluarga. Setelah mendapat petujuk dah arah yang jelas, aku ngacir.

Hasil Trip bareng si Arif
Kali ini aku mencoba melempar kodok ke parit besar, dapat beberapa sambaran namun ngga hook up. Setelah kelelahan dan karena panas terik yang luar biasa, aku melanjutkan perjalanan. Sampai di sbuah pertigaan, aku bertemu dengan seorang castinger yang lagi asik melatih kodoknya berenang. Tanpa sempat kenalan, kami berdua trip bareng sepanjang parit besar... Di dekat pertiagaan ada sebuah kios bensin, dari samping kios bensin aku melmpar kodok sekuat tenaga menyisir semak dan rerumputan di tepi parit. Sambaran pertama megagetkanku, sayang mocel. Kuulangi sekali lagi dan hookup sempurna... Seekor mama Gabby landed.. cihuyyyy... 

Si castinger temenku tadi asik melempar ke arah muara parit parit kecil. Aku lantas mengiukuti jejaknya. Dan lagi-lagi hookup. Begitulah seterusnya, setelah beberapa lemparan ke spot, strike ataupun tidak, kami bergerak terus, sampai ngga sempat lagi melepaskan helm. Semakin sore semakin banyak sambaran. Ngga terhitung udah berapa kali mocel... kami berdua tidak perduli. Total gabus yang kunaikkan hari itu berjumlah 11 ekor. Sementara si castinger yang belakangan kutau namanya Arief menaikan 5 ekor, mama gaby semua. Kami pulang dengan hati riang...

ok boss... kerja lagi nih... boss udah melotin tuh... besok bagian keduanya...

Salam strike...

3 comments:

  1. kunjungan kesini sahabat

    http://arilimpian.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Wah,,, ikan gabusnya mau dimasak apa nih??

    ReplyDelete

Makasih udah mampir dan kasih komentar ....